Muara Teweh – Dalam rangka meningkatkan skor pengawasan kearsipan nasional, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar Pelatihan Pengelolaan Arsip Dinamis dan Penerapan SRIKANDI pada 11–12 November 2025.
Kepala Dissiptaka, H Fakhri Fauzi, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu strategi untuk memperbaiki penilaian kearsipan yang sebelumnya berada pada angka 47,37. Menurutnya, peningkatan kemampuan aparatur sangat menentukan hasil pengawasan.
Narasumber dari ANRI menguraikan materi tentang langkah-langkah pengelolaan arsip yang benar, mulai dari penciptaan hingga penyusutan arsip. Sistem SRIKANDI dijelaskan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data.
Staf Ahli Bupati, drg Dwi Agus Setijowati, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam administrasi. SRIKANDI adalah wujud modernisasi tata kelola pemerintahan.
Fakhri menjelaskan bahwa hasil digitalisasi arsip pada 2024 menunjukkan perkembangan positif, namun tidak cukup untuk meningkatkan skor pengawasan nasional jika tidak diimbangi dengan peningkatan SDM.
Selama dua hari pelatihan, peserta mempelajari bagaimana memanfaatkan SRIKANDI secara komprehensif, termasuk pembuatan surat digital, penyimpanan arsip, serta pemeliharaan data.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan perangkat daerah dalam pengelolaan arsip. Tanpa kedisiplinan, standar nasional tidak akan terpenuhi.
Pelatihan ini menjadi energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mengejar peningkatan nilai pengawasan tahun berikutnya.(red)












